Archive for the Technologi Category

iPhone Termahal di Dunia

Posted in Technologi on 25 Maret 2009 by tigerhungry

iphoneSemua orang ingin punya iPhone dan semua orang mungkin mampu membelinya. Tapi mampukah anda membeli iPhone yang dibalut dengan emas dan berlian?

Mungkin hanya seorang raja saja yang bisa membeli iPhone semahal ini. Untuk itulah, sang desainer, yang juga warga negara Austria bernama Peter Aloisson membuat iPhone dengan balutan emas dan disematkan puluhan batu berlian.

Dilansir melalui Nordic Hardware, Rabu (4/3/2009), iPhone buatan Aloisson ini diberi nama Kings Button yang dalam bahasa Indonesia berarti tombol untuk Raja. Kata button disematkan dalam tajuk iPhone karena Aloisson membenamkan sebuah berlian 6,6 karat dalam tombol tersebut.

Hal ini cukup elegan untuk sebuah perangkat yang akan digunakan oleh raja-raka. iPhone hanya memiliki satu tombol yang cukup besar, dan sisanya adalah layar sentuh, Dalam iPhone tersebut pun, Aloisson menyematkan sekira 138 berlian 6,6 karat yang disematkan di sepanjang sisi iPhone, ditambah balutan emas 18 karat.

Harga iPhone ini mencapai USD2,5 juta atau seharga Rp3 miliar.

Sumber : okezone.com

Iklan

Penerbangan dan Teleskop Sudah Ada Sejak Zaman Purba

Posted in Technologi with tags , , on 4 Februari 2009 by tigerhungry

ce75e291921Orang-orang zaman sekarang berpikir bahwa adalah Galileo yang orang Italia penemu teleskop pada 300 tahun yang lalu, berdasarkan pada versi abad 16 oleh pembuat lensa yang orang Belanda, oleh sebab itu membuat astronomi modern suatu usaha yang mungkin dilakukan. Lensa kasar dari zaman terdahulu telah ditemukan di Crete dan Asia kecil pada 2000 BCE. Seribu tahun lensa yang terbaik telah ditemukan dari sebuah tempat Viking di Pulau Gotland, mungkin dibuat oleh Byzanfine atau perajin Eropa Timur. Penulis Roma Pliny dan Seneca menunjukkan lensa digunakan oleh pengukir.

Pertanyaannya adalah mengapa? Karena lensa telah secara rutin digunakan untuk membuat api, memperbesar objek-objek kecil, bahkan untuk kacamata, dan umat manusia mempunyai minat yang terus menerus mengamati fenomena angkasa atau melihat langit, untuk membuat sebuah teleskop yang dapat bekerja dibutuhkan waktu yang panjang sekali. Seorang arkeolog menemukan bukti yang dapat dipercaya bahwa mungkin orang-orang Eropa bukan yang pertama yang memproduksinya. Museum ICA di Peru memiliki sebuah batu berbentuk manusia yang telah ditanggalkan kembali sedikitnya 500 tahun yang lalu. Yang terpenting dari ukiran itu adalah bahwa penampilan figur itu menggambarkan sedang mengamati langit dengan teleskop di tangannya. Selain itu, ada sebuah tubuh langit di dalam ukiran tersebut, mungkin juga sebuah komet dengan ekornya yang figurnya menjadi objek observasi. Seperti sebuah penemuan unik bertitik berat pada kepercayaan zaman sekarang bahwa orang-orang Eropa menemukan teleskop di abad 16.

Dr. Javier Cabrera di Peru telah menemukan banyak batu berukir. Di samping astronomi, tema gambar di batunya meliputi transpalasi organ, transfusi darah dan perburuan dinosaurus, di antara benda-benda lain. Sangat sulit untuk melakukan penanggalan pada batu tersebut. Sebuah kronologi sejarah Spanyol sesekali menyebutkan bahwa batu-batu seperti itu telah ditemukan di makam zaman dahulu dari karajaan Inca. Oleh sebab itu, orang-orang menduga bahwa dasar astronomi batu-batuan tersebut adalah paling sedikit 500 tahun. Berbicara secara logika, batu-batu itu yang melukiskan makhluk seperti dinosaurus mungkin diperkirakan jauh lebih tua dari kepercayaan aslinya.

Bila ini benar-benar teleskop yang dilukiskan pada batu dari museum ICA dan temuan semacam itu adalah lumrah di dunia ini, hal ini membantu para ahli ilmu pengetahuan untuk memahami kenapa Dogon, sebuah suku di Afrika telah mengembangkan ilmu pengetahuan tentang astronomi yang begitu maju. Suku Dogon hidup di pusaran sungai Niger di sebelah selatan Mali, Afrika Barat, mereka memimpin perkampungan yang penting dan hidup mengembara tanpa bahasa tulisan. Mereka menyampaikan ilmu pengetahuan secara lisan dari satu generasi ke generasi yang lain. Dalam doktrin agama mereka yang telah berlangsung lebih dari 400 tahun, suatu bintang disebut Sirius B oleh astronom, teman bintang Sirius telah dijelaskan secara akurat, inilah yang mengherankan astronom modern.

Sirius B sangat kabur dan tidak kelihatan untuk ukuran mata manusia. Berdasarkan pengamatan yang direkam dengan menggunakan peralatan modern, astronom menemukan Sirius B di abad 19. Masyarakat suku Dogon diduga tidak memiliki peralatan teknologi modern, tapi dari generasi ke generasi mereka telah menceritakan legenda tentang Sirius, termasuk suatu referensi terhadap sistem yang terdiri dari 2 bintang. Menurut legenda, bintang kecil sangat berat dan ia berotasi memutari bintang Sirius dalam orbit elipstik. Beberapa orang tua suku Dogon dapat menggambarkan orbit dua bintang tersebut di tanah, dan hal itu hampir mirip dengan hasil yang dihitung oleh astronom modern. Contoh ini mengindikasikan bahwa masyarakat kuno Dogon telah menguasai ilmu astronom dari jauh-jauh hari.

Lukisan batu di Peru, seperti ilmu astronominya masyarakat Dogon, mengungkap misterius ilmu pengetahuan dan teknik yang dimiliki oleh peradaban manusia sebelumnya. Ilmu pengetahuan modern mungkin hanya menemukan kembali ilmu pengetahuan yang telah diperoleh terdahulu. Mari kita lihat beberapa metode penerbangan yang telah diketahui oleh orang zaman dahulu.

Penerbangan
a28f520209Buku masyarakat China kuno telah mencatat bahwa di periode musim semi dan gugur (770–475 BC), Lu Ban telah menciptakan mesin terbang. Hal ini membuat Lu Ban dikenal sebagai bapak dari semua keahlian. Di Mozi Luwon, terbaca, ”Lu Ban memotong bambu dan kayu untuk membuat burung kayu terbang, tinggal di angkasa selama 3 hari”. Lu Ban juga membuat layang-layang besar dari kayu untuk mengintai musuh dalam suatu pertempuran. Di Hongshu terbaca, ”Lu Ban membuat layang-layang kayu untuk mengintai kota-kota di State of Song. Di samping itu, Lu Ban membuat pesawat penumpang. Menurut Yaoyang Zazu, dari Dinasti Tang, Lu pernah bekerja jauh dari rumah tinggalnya. Dia sangat merindukan istrinya, jadi dia membuat burung dari kayu. Setelah didesain berulang-ulang, layang-layang dari kayu tersebut bisa terbang. Lu Ban pulang ke rumah naik layang-layang tersebut untuk menemui istrinya dan kembali keesokan harinya.

Ada juga contoh menarik dari Barat berhubungan dengan burung kayu ini. Di tahun 1898, arkeolog Perancis Lauret, menggali burung kayu dari kuburan kuno orang Mesir di Saqarra. Di situ tertera tahun sekitar 200 BC. Karena masyarakat belum memiliki konsep penerbangan waktu itu, makanya disebut “burung kayu” dan sangat berdebu lebih dari 70 tahun dalam suatu museum di Kairo. Tahun 1969, Khalil Massiha, seorang dokter Mesir yang suka membuat model melihatnya. Burung kayu ini mengingatkan Massiha pada pengalamannya terdahulu dalam membuat model pesawat. Dia berpikir ini bukan saja sebuah burung, karena tidak memiliki cakar, tidak berbulu, tidak ada bulu ekor yang horizontal. Yang mengejutkan, ekornya itu vertikal dan memiliki sebuah pembuangan udara, yang mengualifikasikannya sebagai sebuah model pesawat. Meskipun dia tidak tahu bagaimana orang Mesir kuno menerbangkannya, ketika dia melempar model tersebut, dia menemukan bahwa benda ini dapat berjalan. Pengujian lebih jauh menunjukkan bahwa benda ini tidak hanya meluncur, tapi juga dalam skala mirip pesawat modern.

Kemudian, ilmuwan menemukan model ini sangat mirip dengan pesawat peluncur modern, yang bisa terbang di udara kota mereka. Dengan mesin kecil, mereka bisa terbang dengan kecepatan 45–65 mil per jam (72–105 km/jam). Dan bahkan bisa membawa barang yang tidak sedikit. Kebudayaan Mesir kuno akan membuat model itu sebelum dituang pada objek yang sesungguhnya. Itu adalah memungkinkan bahwa burung kayu semacam ini digunakan untuk alat transportasi, seperti halnya layang-layang kayu yang dibuat oleh Lu Ban.

Penelitian pada penerbangan dimulai kira-kira 200 tahun yang lalu. Di tahun 1903, sesudah kakak-beradik Wright menyelesaikan penerbangan pertama, teori afiasi mulai diformulasikan. Meskipun Lu Ban dan orang Mesir kuno harus berhati-hati bagaimana menggunakan teori semacam itu beberapa waktu yang lampau. Keadaan ini menyebabkan untuk mempertimbangkan kembali sejarah perkembangan kebudayaan yang dipercaya oleh masyarakat modern. Sangat mungkin orang zaman dahulu tahu lebih banyak dari apa yang telah orang modern lakukan sekarang ini.

Angkasa
Penemuan lainnya jauh lebih mengherankan. Ia menunjukkan bahwa daerah orang zaman dahulu mungkin telah melampaui langit dan bahkan mungkin telah mencapai luar ruang angkasa. Pada tahun 1959, Amerika Serikat berhasil mendapat gambar pertama bumi dari satelit buatan manusia dari luar angkasa. Foto yang diperoleh memperlihatkan pandangan yang mengherankan, inilah untuk pertama kalinya manusia mengamati bumi yang kita tinggal dari jarak jauh (17.000 mil).

Semenjak saat itu, banyak studi ilmu pengetahuan telah melibatkan teknik fotografi dengan satelit. Di antara mereka, ada satu gambar geografi yang sangat mengejutkan. Perkembangan foto menunjukkan pemandangan yang luar biasa.

Ilmuwan memasang sebuah kamera di angkasa dan dapat mengambil gambar Kairo dari luar angkasa. Perkembangan foto menunjukkan pemandangan yang luar biasa. Semenjak lensa dari kamera difokuskan di Kairo, semuanya berpusat di sebuah area besar di Kairo dengan diameter 5.000 mil itu sangat jelas. Benda-benda yang lebih dari 5.000 mil menjadi jelas. Hal ini disebabkan bumi bulat, benua dan daratan mulai menjadi kabur dan melengkung ketika jauh dari pusat. Contohnya, benua Amerika Selatan menjadi memanjang di gambar. Hal yang sama berlaku terhadap gambar yang diambil oleh astronot dari bulan. Namun, ketika ilmuwan membandingkan foto satelit ini dengan peta orang Turki kuno, secara mengejutkan mereka menemukan persamaan.

Pegunungan di antartika telah tertutup es dan salju selama ratusan tahun dan tidak terpeta hingga 1952 sampai ilmuwan menggunakan kemampuan sonar. Namun, ia terlihat di peta kuno milik Admiral Riri Reis, komandan kelautan Turki. Sebagai tambahan, peta tersebut secara tepat merekam konturnya, garis bujur dan garis lintang benua Afrika dan Amerika. Ironisnya, petanya dibuat di abad 16 berdasarkan peta kuno.

Sumber : http://bopuncur.web.id

Printer dengan Kopi sebagai Tintanya

Posted in Technologi on 4 Februari 2009 by tigerhungry

Mungkin ada beberapa di antara kita yang malas membeli printer atau mencetak gambar dengan pribadi, karena harga tinta yang terkadang teramat mahal. Sekarang ada satu printer yang dapat mencetak tulisan atau gambar dengan menggunakan bubuk kopi.

RITI printer adalah printer yang ramah lingkungan, yang mempunyai konsep sistem tinta yang modern, Tinta menjadi fokus dalam konsep printer ini, karena dianggap sebagai salah satu masalah dalam menggunakan printer. Seperti Kesulitan dalam mengganti tinta, salah satunya adalah mahal dan dapat menodai tangan bila penanganannya salah.

RITI Printer mengunakan bubuk kopi atau teh, Pengguna harus meletakan bubuk kopi atau teh ke dalam tabung tinta yang terletak di atas printer, lalu meletakkan kertas di bagian tengah. Lalu dengan menggerakan tabung tinta ke kiri dan ke kanan akan mencetak gambar atau tulisan anda, dan bubuk akan tercetak di kertas layaknya tinta.

Karena berfungsi dengan menggerakan tabung tinta, maka printer ini tidak menggunakan listrik sama sekali dan sebagai tambahannya wangi bubuk kopi dan teh akan sedikit tersirat di atas kertas.

coffee-printercoffee-printer-2

Sumber : disitu.com

Kesehatan Otak Bisa Dilihat dari Mata

Posted in Technologi on 4 Februari 2009 by tigerhungry

Mata mungkin jendela jiwa, tapi juga lubang untuk menerawang kesehatan otak. Berkat pengembangan optik ultrasonik, kini kesehatan otak manusia bisa diketahui dengan mengamati mata.

Berbagai penyakit berhubungan dengan otak semacam tumor bisa diketahui dengan mengamati mata. Selain itu perubahan penurunan fungsi syaraf juga bisa untuk mengetahui penyakit sklerosis, Alzheimer dan Parkinson.

“Otak menyambung ke kedua mata melalui syaraf optis. Jadi penurunan otak yang disebabkan penyakit juga bisa merusak sel syaraf dan retina,” jelas Helen Danesh-Meyer, ahli bedah mata di University of Auckland Medical School di New Zealand.

Kehilangan fungsi penglihatan merupakan gejala umum orang yang mengalami penurunan syaraf.

Meskipun bukti hubungan penurunan generatif syaraf otak dan penyakit semacam Alzheimer sudah diketahui sejak akhir 1980-an, tapi instrumen yang mampu mengukur perubahan retina secara akurat baru bisa dilakukan sekarang.

Pengembangan teknik kamera laser yang disebut Heidelberg retina tomography (HRT), dan perangkat laser yang disebut GDx, keduanya dapat digunakan untuk menscan bentuk dan ketebalan syaraf optis di belakang retina.

Kedua perangkat itu saat ini digunakan untuk mengatasi glukoma, tapi pada 2006 Danesh-Meyer menjadi peneliti pertama yang meneliti penyakit penurunan fungsi syaraf dengan mengamati wilayah sekitar retina. Lokasi dimana sel ganglion bertemu untuk membentuk syaraf optik, wilayah yang diketahui sebagai optic nerve disc (OND).

Pada penelitian terhadap 40 pasien Alzheimer dan 50 orang sehat diketahui orang yang menderita Alzheimer terjadi pembesaran pada OND sementara syaraf retina makin tipis.

Dengan penemuan ini, peneliti telah menggunakan instrumen yang lebih akurat untuk mengetahui perubahan syaraf di OND untuk memonitor perkembangan berbagai penyakit semacam Alzheimer dan Parkinson.

Sumber : inilah.com

Sebentar Lagi Akan Ada Manusia Super

Posted in Technologi on 4 Februari 2009 by tigerhungry

Setiap hari penemuan yang berhubungan dengan genetika terus bertambah. Ilmuwan semakin tahu banyak hal menyangkut gen bagaimana bisa berumur panjang, bagaimana bisa sembuh lebih cepat dan memiliki ingatan yang lebih baik. Banyak yang percaya, gen ini bisa dimanipulasi dan membentuk manusia super.

“Rekayasa genetika makin meyakinkan bisa dilakukan, dan kita akan bisa mendesain sendiri jalannya evolusi,” kata Isaac Asimov, pemikir dan penulis fiksi ilmiah terkenal.

Rekayasa genetika kemungkinannya sangat tak terbatas. Secara teori, gen yang ada di spesies lain dapat digabungkan dengan sel manusia.

Sebagai contoh, manusia bisa mendapat kekuatan binatang yang tidak dipunyai semacam bisa melihat di kegelapan atau bernafas di dalam air.

Upaya ini sudah pernah dilakukan. Tikus penelitian sebagai contoh telah berhasil diberikan kemampuan manusia sehingga bisa melihat warna.

Maka jika binatang bisa direkayasa dari tubuh manusia, maka manusia bisa dimutasi dari binatang tertentu. Belum lama ini tim di National Human Genome Research Institute melaporkan mutasi di gen yang berhubungan dengan protein otot yang disebut myostatin mampu meningkatkan massa oto dan meningkatkan kekuatan lari.

Pemasalahan yang mungkin terjadi adalah rekayasa seperti ini tidak dapat dibalik kembali sehingga akan diturunkan ke generasi berikutnya. Alasan seperti itu menyebabkan rekayasa dilarang karena mampu mempengaruhi keseluruhan umat manusia.

Sumber : inilah.com

Makan Pisang Bisa Dapat Bayi Laki-laki ?

Posted in Technologi on 4 Februari 2009 by tigerhungry

Benarkah banyak makan pisang bisa memacu mendapatkan bayi laki-laki? Ilmuwan telah meneliti kembali kemungkinan itu dan hasilnya dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society.

Peneliti Stanley Young Ph.D asisten direktur National Institute of Statistical Science AS bersama sejawatnya melaporkan pisang tidak berpengaruh pada jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan.

Laporan itu juga mengkritisi hasil penelitian Mathews, Johnson dan Neil dalam artikel “You are What your Mother Eats” yang dipublikasikan pada 22 April 2008. Artikel itu sangat popular dan berhasil menarik minat dengan 50.000 hit di Google.

Young dan sejawatnya menegaskan, bayi dari wanita yang sarapan sereal, akan mendapatkan bayi laki-laki dibandingkan perempuan hanya peluang saja. Young, meneliti kembali data yang digunakan dari 132 item makanan yang diuji coba dalam penelitian Mathews, Johnson dan Neil.

“Paper itu memang memiliki tujuan yanag baik, tapi sulit dipercaya wanita bisa mendapat bayi laki-laki dengan banyak makan pisang, sereal atau garam.Signifikansi nominal statistkc, ujicoba yang tidak disesuaikan, sering memberikan hasil yang bukan sebenarnya,” kata Young.

Sumber : inilah.com

Jubah Penghilang!

Posted in Technologi on 4 Februari 2009 by tigerhungry

Ini peneliti mau menyaingi Harry Potter yang punya jubah penghilang, salut. Memang tehnologi yang ada saat ini sepertinya berasal dari komik / hayalan yang menjadi kenyataan. Asal saja nanti hasilnya tidak dipakai dan disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

———

Sebuah penemuan baru bisa menjadi sinyal terobosan teknologi terdahsyat. Ilmuwan China bekerjasama dengan AS mengumumkan tinggal selangkah lagi bisa berhasil membuat jubah penghilang.

Desain matematika komplek yang disebut algorithma membuat pengembangan itu bisa terjadi. Insinyur di Duke University Carolina Utara berhasil membuat apa yang disebut “metamaterial.”

“Material baru itu dapat memandu gelombang elektromagnetik di sekitar obyek dan bisa melewati volume kosong,” kata tim yang mempublikasikan penelitian itu di journal Science edisi Januari.

Peneliti senior tim itu, David R. Smith mengatakan jubah penghilang ini mirip fatamorgana yang telihat di kejahuan saat hari panas.

“Yang terlihat seperti air mengambang di jalanan, tapi kenyataannya refleksi dari angkasa. Pada contoh itu yang terlihat adalah fatamorgana. Dengan efek itu kami membuat fatamorgana dengan desain baru,” katanya.

Tim yang didukung oleh National Science Foundation of China dan US Air Force Office of Scientific Research mengembangkan prototip 2006 dan terbukti bisa berfungsi.

Smith mengatakan jubah penghilang itu jauh lebih superior dibandingkan desain original.

“Perangkat baru dapat menghilang dengan spektrum lebih luas, mendekati tak terbatas dan sejauh infra merah dan cahaya. Pendekatan yang kami lakukan membantu memperlusa dan memperbaiki kemampuan tak kelihatan dari berbagai gelombang,” katanya.

Sumber : inilah.com