Archive for the Bisnis Category

Kiat Memilih Bisnis MLM

Posted in Bisnis with tags , , , on 3 Februari 2009 by tigerhungry

Multi Level Marketing atau MLM belakangan ini memang banyak dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mencari penghasilan tambahan. Apakah anda salah satunya? Intip kiat ini untuk panduan Anda berbisnis!

Banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkan waktu luangnya dirumah untuk berbisnis MLM. Bahkan ada, lho, yang menjadikan bisnis MLM sebagai penghasilan utamanya. Tapi semua itu bisa terjadi jika sudah sukses pada level tertentu dari jaringan MLM yang diikuti.

Sebenarnya MLM itu apa sih? MLM adalah sebuah bisnis pemasaran atas suatu produk yang dilakukan melalui banyak tingkatan atau level, yang sering disebut dengan up-line (tingkat atas) dan down-line (tingkat bawah). Gampangnya sih, sistem pemasaran dan penjualan atas suatu produk dengan menggunakan sistem jaringan atau networking. Up-line diharuskan untuk mencari down-line sebanyak-banyaknya agar mendapatkan bonus yang berlipat.

Di Indonesia, bisnis MLM makin berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun yang menunjukkan bisnis ini mempunyai prospek yang cukup cerah di Indonesia. Alasannya, makin berkembangnya naluri wirausaha saat ini membuat orang berlomba-lomba bekerja keras untuk masa depan yang lebih baik. Kemudian budaya persahabatan dan networking di Indonesia memungkinkan bisnis MLM yang tumbuh dari jaringan dapat berkembang pesat. Faktor pendukung lain di tengah jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin membengkak, maka bisnis MLM ini bisa menjadi solusi karena mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas.

Uniknya, bisnis MLM tidak seperti bisnis lainya yang membutuhkan modal yang besar dan kemampuan yang tinggi. Setiap orang dari latar belakang apapun dapat menjalankan bisnis ini. Karena suatu manajemen yang mengelola MLM biasanya akan memberikan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, baik itu berupa seminar maupun pelatihan langsung mengenai teknik-teknik pemasaran untuk menjalankan bisnis tersebut.

Lalu perusahaan MLM yang manakah yang sebaiknya kita pilih? Berikut tips khusus untuk Anda :

1. Perusahaan MLM yang dipilih sebaiknya yang tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia). APLI adalah sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM. Belum bakunya aturan hukum di Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan di antara perusahaan MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dengan APLI harus memenuhi sejumlah persyaratan dan mendapat sertifikasi.

Mereka yang yang menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung. Karena itulah, lewat APLI kita juga bisa mengenali mana perusahaan yang MLM dan yang bukan. Maklum, saat ini juga ada banyak perusahaan yang bukan MLM namun ikut mengaku-ngaku sebagai MLM untuk menarik dana dari masyarakat. Hati-hati lho akan hal ini.

2. Bila Anda ingin memiliki pelanggan tetap, maka pilihlah perusahaan yang tidak hanya menawarkan barang dan jasa yang seragam, tapi pilihlah yang memiliki aneka ragam barang dan jasa untuk ditawarkan. Dan yang terpenting memiliki jaminan atas kualitas barang dan jasa yang dijualnya, agar bisa ditukar apabila tidak sesuai dengan kualitas yang sebenarnya.

3. Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki sistem keberhasilan untuk bisa sukses, di mana sistem tersebut sebaiknya harus sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil. Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali. Sistem yang baik biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha seperti buku-buku kepribadian, kaset-kaset yang memberikan motivasi dan teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri. Jika ada perusahaan MLM yang menawarkan janji manis hasil besar tanpa harus kerja keras, sebaiknya Anda tinggalkan saja.

4. Nah yang terakhir, untuk menunjukkan suatu perusahaan MLM bonafid atau tidak adalah minimal dengan melihat apakah perusahaan tersebut di terima secara nasional sistem bisnisnya. Biasanya mereka juga akan mengutarakan visi-misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan distributornya.

Dengan demikan, harapan saya, penjelasan diatas dapat dijadikan acuan bagi Anda yang berminat untuk menjadikan bisnis MLM sebagai sarana untuk mencari penghasilan tambahan. Dah sebagai tambahan, kunci kesuksesan bisnis MLM adalah konsisten. Karena bisnis MLM dibangun dengan jaringan. Dan jaringan itu hanya akan terbangun jika terus-menerus dibentuk. Jika Anda tinggalkan di tengah jalan, mungkin Anda harus mulai dari awal lagi untuk membangunnya kembali.

Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/15/13145569/Kiat.Memilih.Bisnis.MLM

Pasar AS Akan Semakin Tertutup

Posted in Bisnis on 3 Februari 2009 by tigerhungry

Pertengahan bulan ini, Kongres Amerika Serikat (AS) akan mengesahkan Undang-Undang baru yang sangat proteksionistis. American Recovery and Reinvestment Act akan menjadi dasar gerakan pembelian produk dalam negeri dan pengenaan berbagai hambatan terhadap barang-barang impor.

RUU itu juga akan mengesahkan paket stimulus ekonomi dengan anggaran 825 miliar dollar AS untuk berbagai proyek dan program pemerintah, terutama infrastruktur. Namun yang menyedihkan, proyek-proyek itu juga harus menggunakan produk, bahan-bahan, dan sumber daya AS sendiri.

Sampai sejauh ini, yang sudah pasti akan terkena hambatan ialah aneka macam produk baja dan besi. Namun, Deputi Menteri Koordinator Perekonomian bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady yakin, RUU itu pasti akan mengenai juga produk manufaktur lainnya.

Otomatis, kebijakan ini akan memukul ekonomi dunia dan mempengaruhi berbagai industri yang berorientasi ekspor di banyak negara, termasuk Indonesia. “Di sini, yang akan terpukul adalah komoditas yang bersaing bebas seperti tekstil,” kata Edy.

Itu sebabnya, pemerintah Indonesia bersama negara anggota G-20 lainnya sedang memantau dengan serius proses pembahasan RUU ini di Kongres AS. Kalau hasil akhirnya ternyata merugikan, “Kami akan merilis kesepakatan bersama dengan negara G-20 lain untuk memprotes,” kata Eddy.

Ketua Umum Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Ahmad Safiun mengatakan, ekspor produk besi ke AS tidak besar dan hanya untuk bahan baku cor. Walaupun demikian, hal ini harus menjadi pelajaran bagi Indonesia, karena terbukti AS pun berusaha melindungi industri dalam negerinya.

Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat menyatakan pemerintah harus memprotes keras RUU tersebut. Hambatan ekspor akan memukul industri tekstil karena ekspor ke AS tahun lalu mencapai 35 persenĀ atau senilai 3,5 miliar dollar AS, dari jumlah total ekspor tekstil Indonesia 10,8 miliar dollar AS.

Sumber : kompas.com

Adakah Bisnis Impian ?

Posted in Bisnis on 23 Januari 2009 by tigerhungry

Banyak orang mendambakan punya “bisnis” sendiri / bisnis impian dengan kriteria :

1. Modal kecil / bahkan bisa dikatakan tanpa modal

2. ROI atau Cepat kembali modal, tanpa harus menunggu waktu yang lama

3. Keuntungan maksimal

4. Tidak butuh waktu banyak / tanpa harus mengganggu perkejaan saat ini

5. Resiko yang minimal, dalam arti kata kalaupun tidak berhasil / gagal tidak rugi

Adakah bisnis seperti disebutkan seperti hal-hal diatas ? jawabannya ADA.

Tetapi saat bisnis ini dihadapkan, ada orang tidak yakin/percaya jika ini benar. Mungkin karena sejak kecil kebanyakan kita ditanamkan pola pikir yang salah dari bangku sekolah, jika jadi takut gagal dan kita dipersiapkan untuk menjadi “pekerja” atau “pegawai” bukan diajarkan / dipersiapkan untuk menjadi pengusaha.

Dari semua kriteria bisnis impian diatas semuanya ada didalam bisnis MLM (Multi Level Marketing) atau Network Marketing (NM), tetapi banyak / sebagaian besar orang tidak yakin / percaya MLM /NM dapat menghasilkan income yang besar. Memang tidak dapat disalahkan jika banyak orang tidak yakin, karena pendahulu-pendahulu bisnis MLM/NM sudah “merusak” citra MLM. Hanya untuk kepentingan perorangan semata dan hal inilah yang menyebabkan banyak orang tidak percaya bisnis NM dapat menghasilkan income yang tidak terbatas. Bahkan tidak jarang orang “alergi” begitu mendengar nama MLM / NM šŸ˜€

Banyak orang masih beranggapan bisnis MLM/NM hanyalah bisnis orang yang tidak punya pekerjaan/pengangguran, ibu-ibu yang punya waktu luang yang banyak, dsb nya. Dan sebagian orang masih menganggap bisnis MLM/NM adalah bisnis tipu-tipu karena mereka / kenalan / saudara mereka pernah / merasa ditipu oleh bisnis MLM/NM. Hal ini terjadi karena masyakat tidak mengetahui secara jelas mana MLM/NM mana bisnis yang merupakan “Money Game”.

Padahal disadari atau tidak, hampir setiap hari kita “menjalankan bisnis MLM”. Mau bukti ? Didaerah tempat Anda tinggal ada tempat makan yang enak “X”, saat teman/saudara/kolega Anda datang berkunjung Anda mempromosikan tempat makan “X” ini. Saat teman/saudara/kolega Anda menikmati dan memang benar enak maka mereka menyebarkan informasi rumah makan “X” ini dan seterusnya. Hal ini sama saja dengan MLM / NM, bedanya adalah ANDA TIDAK DIBAYAR / MEMPEROLEH KOMISI atau BONUS dari rumah makan “X”. Jika dibisnis MLM / NM Anda memperoleh bonus oleh karena Anda mempromosikan product nya.

Mari kita lihat lebih detail masing-masing bisnis.

MONEY GAME (MG)

Biasanya MG hampir mirip seperti MLM/NM, ada product dan bonus, tetapi dibisnis ini kita seolah-olah membeli product mereka tetapi product-product tersebut biasanya dijual dalam paket dalam jumlah besar/banyak. Setelah membeli kita sendiri bingung mau diapain nih barang-barang sebanyak ini ? diperparah lagi dengan iming-iming kalo kita dapat mencari rekan / client yang mau membeli paket tersebut kita akan memperoleh hasil yang lumayan. Dengan topeng MLM/NM bisnis ini merusak citra MLM/NM. Dengan banyaknya orang yang gagal dan salah mengartikan bisnis MG ini sama dengan MLM/NM maka makin memperburuk citra bisnis MLM/NM. Terkadang ada bisnis MG yang menjual productnya bukan berupaĀ  barang, tetapi “sertifikasi” dan sejenisnya.

Sementara menurut Saya ada perbedaan mendasar antara MLM dan Network Marketing (NM), mari kita lihat :

MULTI LEVEL MARKETING (MLM)

Lebih “mengutamakan” penjualan dalam jumlah besar, biasanya untuk member pertama kali diharuskan membeli product / sudah include di bundle buku-buku, dll. Biasanya semakin banyak kita membeli barang dalam jumlah besar, semakin besar discount yang kita dapatkan.

Menurut Saya sistem ini agak sedikit kurang adil bagi member yang baru bergabung dan memiliki omset yang sedikit. Member baru ini hanya memperoleh discount yang sedikit dibanding “senior” mereka. Biasanya dibisnis MLM ini semakin tinggi peringkat kita, semakin besar “tutup point” yang harus kita bayar. Menurut Saya, Bisnis MLM lebih mengutamakan kita menjual banyak dari pada membuat jaringan alias lebih menganjurkan menjual ritel dibanding merekrut orang. Bahaya yang mungkin terjadi adalah jika terjadi sesuatu kepada kita misal sakit/ada keperluan dalam jangka waktu lama (1 bln) kita tidak memperoleh hasil yang maksimal.

NETWORK MARKETING (NM)

Bisnis ini lebih mengarahkan membernya untuk membuat jaringan (network) selebar-lebarnya, untuk omset cukup masing-masing member untuk membeli product untuk keperluan mereka (omset pribadi). Biasanya dibisnis NM yang baik, tutup point nya tidak melebihi level medium dalam arti kata tutup point dengan jumlah yang sama / flat. Bisnis NM lebih mengutamakan membuat jaringan dibandingkan penjualan ritel, hal ini lebih menguntungkan karena kita bekerja dengan banyak orang bukan hanya kita sendiri yang kerja tetapi kita bekerja bersama team. Disinilah letak perbedaan yang mendasar menurut Saya. Pada bisnis NM yang baik, jika kita “tinggal” bisnis ini dalam jangka waktu misal 1 bulan, bisnis ini masih tetap berjalan dan menghasilkan income yang besar / bahkan berlipat karena bisnis ini digerakkan bukan hanya 1 orang (kita) saja tetapi digerakkan oleh jaringan kita.

Kita sudah melihat bisnis MLM dan NM, mari kita liat kriteria MLM / NM yang baik adalah sbb :

1. TERDAFTAR DI APLI

Bisnis MLM / NM yang benar harus terdaftar di APLI (Assosiasi Penjual Langsung Indonesia), semua MLM / NM yang terdaftar di APLI bisa dipastikan bukan merupakan bisnis Money Game.

2. PRODUCT

Biasanya semua bisnis MLM/NM mempunyai product, jika ingin terjun dan mencoba bisnis ini kita harus melihat product MLM/NM itu sendiri. Hal ini sangat menentukan apakah bisnis ini akan berhasil / tidak ?

Sebaiknya memilih MLM / NM yang menjual product yang pangsa pasar nya tidak “segmented” atau kalangan terbatas misal hanya untuk pria / wanita saja, anak-anak saja, dst. Selanjutnya product sebaiknya tidak hanya bisa kita jual hanya 1 kali untuk selamanya dalam arti kata orang cukup membeli 1X tanpa harus beli lagi karena product tidak rusak-rusak / awet atau rusak dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya pilihlah product yang dapat dipesan kembali dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama / ada repeat order. Hal lain yang harus diperhatikan adalah kemudahan memperoleh product di seluruh wilayah, jadi jangkauan penjualan kita bisa luas tidak hanya dikota-kota besar saja. Qualitas dari product kita juga harus mempunyai sertifikasi agar kita merasa aman untuk menjual, misal untuk product makanan / suplement harus memiliki ijin dari BPOM dan MUI. Untuk product yang penyaring air harus memiliki ijin SUCOFINDO, dll. Hal lain yang patut diperhatikan adalah, harga yang terjangkau oleh semua kalangan.

3. SUPPORT SISTEM

Support sistem disini adalah adanya training-training dengan jadwal yang jelas dan bisa diikuti oleh seluruh member dan yang paling penting adalah gratis. Terkadang ada yang memanfaatkan training-training ini untuk mencari keuntungan lain, misal untuk ikut training product kita diharuskan membayar sementara kita ingin menjual product mereka kenapa kita harus bayar ? Selanjutnya adalah adanya sistem training yang berjenjang, yaitu ada tingkatan-tingkatan dalam training untuk level-level tertentu.Ā  Support sistem ini wajib dimiliki oleh sebuah MLM/NM yang baik, karena support sistem inilah yang dapat membuat kita berhasil.

4. BISNIS PLAN

Selain 2 hal diatas yang paling penting juga adalah bisnis plan dari MLM / NM tersebut harus diperhatikan, kita harus mengerti dengan jelas bisnis plan dari bisnis MLM/NM yang kita ikuti agar kita tidak merasa dirugikan. Bisnis plan menyangkut pringkat, persentase bonus, berapa banyak bonus yang akan kita terima, dst.

5. TERUJI WAKTU

Sebaiknya kita mengikuti suatu MLM/NM yang sudah teruji dari terpaan “krisis” dan sudah berdiri cukup lama. Hal ini penting, karena bukan tidak mungkin setelah kita mengeluarkan tenaga dan waktu kita ternyata bisnis tersebut “bangkrut” atau “tutup”. MLM / NM yang baik biasanya dapat melalui “krisis ekonomi” tanpa mengalami goncangan. Banyak orang terjebak MLM baru, karena memiliki kesempatan besar (memang) jika bisnis plan nya jelas dan tidak bangkrut. Tetapi kita tidak tahu apakah bisnis ini tahan terhadap “krisis” ? ilustrasi yang bagus adalah : jika Anda ingin pergi ke Surabaya dari Jakarta dengan mengendarai mobil adalah bertanya pada orang yang sudah pernah pergi ke Surabaya dengan mengendarai kendaraan, bukan pada orang yang biasa naik pesawat ke Surabaya.

Nah, setelah sharing yang cukup panjang ini, Saya berharap semoga Anda tidak salah mengartikan bisnis MLM/NM sebagai suatu hal yang buruk untuk dikerjakan, apalagi dimasa yang sulit seperti sekarang ini bisnis ini bisa berjalan dengan baik. Bahkan majalah “Success Magazine” di Amerika mencatat 9 dari orang terkaya Amerika sukses melalui bisnis Network Marketing.

Selamat mencoba & menjalankan bisnis impian Anda.

Imposible is nothing untuk orang-orang yang mau berjuang dan melakukan perubahan.

Kiat Memilih Bisnis MLM

Posted in Bisnis on 15 Januari 2009 by tigerhungry

Multi Level Marketing atau MLM belakangan ini memang banyak dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mencari penghasilan tambahan. Apakah anda salah satunya? Intip kiat ini untuk panduan Anda berbisnis!

Banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkan waktu luangnya dirumah untuk berbisnis MLM. Bahkan ada, lho, yang menjadikan bisnis MLM sebagai penghasilan utamanya. Tapi semua itu bisa terjadi jika sudah sukses pada level tertentu dari jaringan MLM yang diikuti.

Sebenarnya MLM itu apa sih? MLM adalah sebuah bisnis pemasaran atas suatu produk yang dilakukan melalui banyak tingkatan atau level, yang sering disebut dengan up-line (tingkat atas) dan down-line (tingkat bawah). Gampangnya sih, sistem pemasaran dan penjualan atas suatu produk dengan menggunakan sistem jaringan atau networking. Up-line diharuskan untuk mencari down-line sebanyak-banyaknya agar mendapatkan bonus yang berlipat.

Di Indonesia, bisnis MLM makin berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun yang menunjukkan bisnis ini mempunyai prospek yang cukup cerah di Indonesia. Alasannya, makin berkembangnya naluri wirausaha saat ini membuat orang berlomba-lomba bekerja keras untuk masa depan yang lebih baik. Kemudian budaya persahabatan dan networking di Indonesia memungkinkan bisnis MLM yang tumbuh dari jaringan dapat berkembang pesat. Faktor pendukung lain di tengah jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin membengkak, maka bisnis MLM ini bisa menjadi solusi karena mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas.

Uniknya, bisnis MLM tidak seperti bisnis lainya yang membutuhkan modal yang besar dan kemampuan yang tinggi. Setiap orang dari latar belakang apapun dapat menjalankan bisnis ini. Karena suatu manajemen yang mengelola MLM biasanya akan memberikan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, baik itu berupa seminar maupun pelatihan langsung mengenai teknik-teknik pemasaran untuk menjalankan bisnis tersebut.

Lalu perusahaan MLM yang manakah yang sebaiknya kita pilih? Berikut tips khusus untuk Anda :

1. Perusahaan MLM yang dipilih sebaiknya yang tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia). APLI adalah sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM. Belum bakunya aturan hukum di Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan di antara perusahaan MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dengan APLI harus memenuhi sejumlah persyaratan dan mendapat sertifikasi.

Mereka yang yang menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung. Karena itulah, lewat APLI kita juga bisa mengenali mana perusahaan yang MLM dan yang bukan. Maklum, saat ini juga ada banyak perusahaan yang bukan MLM namun ikut mengaku-ngaku sebagai MLM untuk menarik dana dari masyarakat. Hati-hati lho akan hal ini.

2. Bila Anda ingin memiliki pelanggan tetap, maka pilihlah perusahaan yang tidak hanya menawarkan barang dan jasa yang seragam, tapi pilihlah yang memiliki aneka ragam barang dan jasa untuk ditawarkan. Dan yang terpenting memiliki jaminan atas kualitas barang dan jasa yang dijualnya, agar bisa ditukar apabila tidak sesuai dengan kualitas yang sebenarnya.

3. Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki sistem keberhasilan untuk bisa sukses, di mana sistem tersebut sebaiknya harus sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil. Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali. Sistem yang baik biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha seperti buku-buku kepribadian, kaset-kaset yang memberikan motivasi dan teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri. Jika ada perusahaan MLM yang menawarkan janji manis hasil besar tanpa harus kerja keras, sebaiknya Anda tinggalkan saja.

4. Nah yang terakhir, untuk menunjukkan suatu perusahaan MLM bonafid atau tidak adalah minimal dengan melihat apakah perusahaan tersebut di terima secara nasional sistem bisnisnya. Biasanya mereka juga akan mengutarakan visi-misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan distributornya.

Dengan demikan, harapan saya, penjelasan diatas dapat dijadikan acuan bagi Anda yang berminat untuk menjadikan bisnis MLM sebagai sarana untuk mencari penghasilan tambahan. Dah sebagai tambahan, kunci kesuksesan bisnis MLM adalah konsisten. Karena bisnis MLM dibangun dengan jaringan. Dan jaringan itu hanya akan terbangun jika terus-menerus dibentuk. Jika Anda tinggalkan di tengah jalan, mungkin Anda harus mulai dari awal lagi untuk membangunnya kembali.

Sumber : kompas.com