Stres Memicu Kematian

Jika jantung tiba-tiba berdetak kencang, keringat dingin mulai menetes, napas memburu, hati-hati itu gejala yang sangat rawan dan riskan untuk meninggal cepat.

Tanpa disadari, tekanan jiwa yang bertumpuk dari tahun ke tahun, menumpuk, dan akhirnya mengundang kematian dengan cara memberikan kejutan pada jantung atau sakit lainnya. Dan itu semua berawal dari rasa stres?

“Gejala pertama yang saya temukan adalah adanya suatu tekanan yang hebat. Seperti mulai menyerang daerah dekat bagian tulang dada, leher, rahang, dan kemudian turun melewati kedua lengan saya. Rasanya seperti seekor gajah yang menghantam dada saya. Nafas tersengal-sengal, mulai berkeringat, dan perut mulai terasa kram dan sangat mual,” kata Dr. Robert S. Eliot, penulis buku From Stress to Strength.

Kemudian, lanjut Dr Roberts, pada seorang perawat yang sedang menolongnya di atas tempat tidur rumah sakit, ia mulai teringat dan dengan heran ia mengatakan, “Saya terserang penyakit jantung.”

Itulah sebabnya, menurut Dr Roberts S Eliot, mengapa stres disebut sebagai penyakit yang diam-diam mematikan. Sebab, tanpa disadari, tekanan jiwa yang bertumpuk dari tahun ke tahun, menumpuk, dan akhirnya mengundang kematian dengan cara memberikan kejutan pada jantung atau sakit lainnya.

“Kamu bisa saja mati hari ini, karena tidak sadar bahwa bertahun-tahun, bom waktu itu ditanamkan dalam jantung kita,” ingat Dr Roberts.

Beberapa penelitian memang menyebut bahwa stres dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh. Inilah yang membuka peluang bagi penyakit untuk masuk ke dalam tubuh.

“Stres memang tidak menyebabkan sakit. Tapi itu akan memperburuk risiko penyakit masuk ke tubuh seseorang,” kata ahli virus, Ronald Glaser.

Ketika penyakit masuk, sistem kekebalan tubuh akan melawannya. Tapi jika seseorang dalam keadaan stres, maka kemampuan pencegahan ini akan berkurang.

Inilah alasan mengapa dokter-dokter di Kanada memperkirakan sekitar 50-70% pasien yang punya penyakit seperti pusing, insomnia, kelelahan, dan aneka penyakit lain disebabkan adanya tekanan batin.

Bahkan, di Amerika, prosentasenya mencapai 75-90%. Stres akut adalah racun yang pelan-pelan mematikan. Meski begitu, banyak peneliti mengatakan bahwa stres bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Tidak bisa dikatakan sepenuhnya jika seseorang stres, maka ia akan mudah terjangkit penyakit. Demikian pula sebaliknya, orang yang bebas dari stres akan sepenuhnya bebas dari penyakit.

Yang penting, menurut beberapa penelitian, sebenarnya kita dituntut menjaga keseimbangan dari tingkat stres.

Karena stres juga diperlukan, dan tak selalu berarti buruk. Misalnya, saat sedang menyeberang di tengah jalan dan ada mobil yang hendak menabrak, streslah yang justru akan membuat respon kita tergerak untuk segera menghindar.

Bicara lebih jauh tentang stres, ada tiga tipe yang perlu diperhatikan:

Stres akut

Stres ini biasanya diakibatkan oleh tekanan hidup sehari-hari. Biasanya, ini melibatkan situasi kurang menyenangkan yang terjadi dan butuh segera diatasi. Karena sifatnya hanya temporer, stres jenis ini biasanya dapat dikendalikan.

Stres kronis

Stres ini berjangka lebih panjang daripada stres akut. Ini biasanya terjadi karena sebuah masalah berkepanjangan seperti kemiskinan, pengangguran atau karena masalah keluarga. Yang kurang baik dari stres jenis ini adalah ketika seseorang jadi merasa terbiasa, sehingga ia tak lagi merasa ini menjadi tumpukan masalah.

Stres traumatis

Stres ini diakibatkan oleh kejadian traumatik seperti pemerkosaan, kecelakaan, atau karena bencana alam. Veteran perang sering mengalami stres jenis ini. Dan, ada kalanya stres ini akan berkepanjangan sehingga menjadi post-traumatic stress disorder (PTSD)

Lantas, bagaimana sebenarnya cara mengatasi stres agar tidak berkepanjangan?

Sebenarnya, hal ini sangat tergantung pada masing-masing individu. Sebab, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi, termasuk berbagai sumber yang bisa digunakan untuk meredam stres.

Sumber : rileks.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: