Nenek “Sakti” Duduk Mengapung Di Tengah Laut

Ini baru Nenek Sakti, namanya Nenek Supiah (56thn). Nenek Supiah menjadi terkenal di Banyuwangi karena ditemukan nelayan sedang duduk mengapung di tengah laut. Selengkapnya ….Banyuwangi – Supiah (65), nenek ‘sakti’ yang ditemukan duduk mengapung di laut Pelawangan, Grajagan, Banyuwangi, oleh nelayan setempat, masih ngotot mencari dua manusia berbadan ular, yang disebut sebagai anaknya.

Tak masuk di akal, namun itulah yang menjadi keyakinan dari seorang Supiah. Nenek ‘sakti’ asal Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi itu bersikeras ingin menemui anak yang menurutnya berada di tengah laut selatan.

Jika dibantah, si nenek aneh itu buru-buru balik menyergah. Seraya menyakinkan jika dirinya memang memiliki dua anak, laki-laki dan perempuan, berkepala manusia berbadan ular.

Sayang, si nenek belum mau banyak cerita apa sebenarnya manusia berbadan ular yang dimaksudnya tersebut. Jika dipaksa, maka matanya akan melotot ke arah lawan bicaranya.

“Aku iki duwe anak nek segoro kidul, awake ulo, mboh wes nek gak percoyo, (Aku ini punya anak di laut selatan, badannya ular, terserah sudah kalau gak percaya),” jawab Supiah kepada Saudah adik bungsunya yang mempertanyakan, Selasa (12/5/2009) pagi.

Sebab itu pula, si nenek misterius itu sering berujar akan kembali ke laut selatan. Rencana itu terlontar dari mulutnya saat berada di kamarnya. “Kapan-kapan aku ke laut selatan lagi ya,” terdengar jelas suara Supiah dari bilik kamarnya, seakan berjanji pada seseorang.

Misteri siapa manusia berbadan ular hingga kini belum terjawab. Siapa sebenarnya kedua makhluk misterius tersebut hingga membuat Supiah ingin menemuinya. Benarkah anak Supiah? Entahlah! Namun yang jelas Supiah memang memiliki dua putri, Dewi dan Solikhah. Keduanya sudah 7 tahun tak bertemu karena sang anak berada di Maluku dan Papua.

Saat beberapa paranormal Banyuwangi mencoba menggunakan mata batinnya untuk mendeteksi si manusia berbadan ular, mereka tak menemui hasil. Paranormal hanya geleng-geleng kepala dan angkat tangan seakan menyerah.

“Tidak tembus mas, tapi yang jelas nenek Supiah dan manusia ular itu ada kaitannya dengan penghuni alas purwo,” terang Suratno saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Dusun Petahunan Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.

Sumber : Detik.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: