Menciptakan “Emotional Value” Positif dalam Pekerjaan

APA pun pekerjaan Anda, menjalin hubungan baik dengan klien atau pelanggan adalah hal yang utama demi keberlangsungan karier atau bisnis Anda. Hubungan baik ini berpengaruh hingga 68 persen terhadap keputusan klien, apakah tetap ingin melanjutkan bisnis dengan Anda atau memilih untuk bermitra dengan orang atau perusahaan lain.

Suatu hubungan, relationship, bisa diartikan sebagai “keterkaitan emosi antar manusia”. Jika di dalam dunia kerja, klien sudah memiliki ketergantungan atau kedekatan secara emosi dengan Anda, bisa dipastikan pekerjaan atau bisnis Anda akan berjalan lancar.

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda terapkan untuk menciptakan “emotional value” yang positif dalam hubungan bisnis dengan klien.

Jelaskan “emotional value” pekerjaan Anda

Jika Anda bertanya pada seseorang, apa pekerjaan mereka, hampir semua orang akan memberi jawaban yang fungsional, misalnya “saya dokter” atau “saya pilot”. Jawaban ini memang menjelaskan pekerjaan mereka, tapi tidak menjelaskan nilai atau value dari pekerjaan tersebut. Apa “nilai” dari pekerjaan seorang dokter? Jawabnya bisa jadi “kenyamanan”, “ketenangan”, atau “kedamaian”. Seorang agen asuransi memiliki nilai “keamanan masa depan”. Semua nilai ini memberikan pernyataan emosional, menyertakan perasaan-perasaan dasar manusia untuk bisa bertahan hidup dan merasa tenang menjalani hidup. Jadi, saat Anda bertemu dengan seseorang di sebuah pertemuan, jelaskan pekerjaan Anda secara fungsional sekaligus nilai.

Memahami kebutuhan emosi para klien

Bagaimana agar “nilai” pekerjaan kita bisa berpengaruh terhadap emosi atau kehidupan klien? Tentunya, terlebih dahulu, Anda harus mengetahui kebutuhan klien Anda. Apa yang mereka butuhkan? Apa yang ingin mereka rasakan? Apakah mereka menginginkan rasa percaya diri yang tinggi dalam diri mereka, atau mereka ingin terlihat fashionable? Atau mereka ingin dimengerti oleh Anda? Carilah emosi atau perasaan yang klien inginkan dalam hidupnya. Setelah menemukannya, Anda bisa datang dan menawarkan solusi dari keinginan mereka tersebut.

Ingin semua hal tentang klien Anda

Terkadang pembicaraan singkat dengan calon klien bisa mengantarkan Anda pada satu petunjuk apa yang dibutuhkannya. Bisa saja calon klien tersebut tidak sadar dengan kebutuhan itu. Nah, tugas Andalah, dengan merekam dan mencermati setiap kata-katanya, bisa menemukan kebutuhan tersebut. Dengan mengumpulkan seluruh “bukti-bukti”, maka jika saatnya Anda harus menawarkan sesuatu atau melakukan suatu penelitian, Anda akan segera menemukan jawabannya dengan cepat.

Berhenti mengirimkan kartu ucapan di hari raya

Tahukah berapa banyak perusahaan lain yang mengirimkan kartu ucapan hari raya (Idul Fitri/Natal) pada klien Anda? Jawabannya bisa jadi sangat banyak. Jadi mungkin saja kartu ucapan dari Anda tak terlalu memberi kesan mendalam untuknya. Daripada mengirimkan kartu ucapan hari raya, lebih baik Anda mengirimkan kartu ucapan selamat ulang tahun padanya. Sangat personal dan manis bukan?

Empati

Jika Anda benar-benar mendengarkan kata-kata klien, maka Anda akan mendengar emosi dan perasaan terdalam yang muncul dari kata-kata dan intonasi suaranya tersebut. Jika mendengar lebih dalam lagi, maka Anda bisa memahami dan berempati dengan situasi yang dihadapinya. Semakin Anda mengerti klien Anda, maka Anda akan semakin mampu membantunya. Semakin Anda berempati kepadanya, maka ia akan semakin merasa dimengerti.

Ajukan pertanyaan

Jangan lupa untuk menanyakan tingkat kepuasan mereka terhadap produk atau jasa Anda. Apakah memuaskan mereka? Apakah ada hal yang kurang atau tidak menyenangkan dengan produk atau jasa Anda? Bertanya seputar hal tersebut menandakan Anda peduli terhadap pendapat klien sekaligus juga membangun hubungan baik dengan mereka. Ingat, terbukalah jika ternyata komentar mereka negatif. Jadikan saja pendapat mereka sebagai kritik membangun agar Anda bisa belajar kembali membangun “emotional value” dengan para klien.

Sumber : okezone.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: