9 Alasan Buruk untuk Menikah

KEKASIH sudah Anda dapatkan. Desakan untuk segera menikah pun datang dari berbagai arah. Jujurlah pada diri sendiri tentang alasan yang mendasari Anda ingin menikahi kekasih hati.

Menjelang tanggal pernikahan, banyak pasangan mungkin heran bagaimana mereka bisa segera menikah. Terkadang, orang menikah untuk alasan yang aneh. Namun, tak sedikit dari mereka memiliki alasan yang baik mengapa memilih orang tertentu sebagai pendamping hidupnya. Seperti dilansir dari Health24, di bawah ini sembilan alasan buruk saat Anda ingin menikah:

Menikah semata untuk uang

Kehidupan kini memang butuh banyak biaya. Bukanlah hal bijak jika Anda menikahi seseorang tanpa penghasilan dan tidak punya rencana bagaimana membiayai kebutuhan rumah tangga kelak, kecuali jika Anda mampu bekerja 18 jam sehari untuk mencari nafkah. Namun, bukan berarti Anda menikah semata-mata karena uang, tanpa menghiraukan perasaan Anda terhadap orang tersebut. Ini adalah kesalahan. Jadi, temukanlah orang yang punya tujuan jelas untuk berkeluarga, tapi juga Anda cintai.

Menikah “tembakan”

Sekira 50 tahun lalu, Anda mungkin hanya punya sedikit pilihan atas calon teman hidup karena dijodohkan. Namun, kini sudah bukan zamannya lagi. Jangan mengambil keputusan yang akan membawa Anda merasakan sakit hati dalam jangka lama, kecuali dia memang pilihan tepat yang siap menemani Anda sampai tiada nanti.

Ingin keluar dari rumah orangtua

Jika berbagai hal di rumah terasa menyebalkan, dan berpikir bahwa menikah adalah jalan keluarnya, bukanlah hal mengejutkan jika banyak orang mengambil jalan ini. Pikirkan masak-masak, apakah kekesalan Anda saat berada di rumah orangtua tak akan Anda rasakan pula saat bersama calon pendamping hidup yang akan menemani Anda selama bertahun-tahun.

Orangtua menyukai calon pendamping hidup

Rasanya menyenangkan jika orangtua suka dengan pilihan Anda terhadap calon pendamping hidup. Namun, kecintaan mereka bukanlah alasan yang cukup bagi Anda untuk menikahinya. Setelah orangtua Anda meninggal, Anda akan ditinggalkan bersama orang tersebut dan impian orangtua kepadanya, yang mungkin saja bukan orang yang Anda impikan.

Ingin punya anak

Ingin punya anak adalah alasan paling banyak diutarakan mereka yang ingin menikah. Namun, apakah Anda ingin membawa anak-anak berada dalam keluarga yang tidak ideal? Yang patut Anda perhatikan, saat mereka pergi ke luar rumah, Anda masih merasa tidak nyaman dengan pasangan. Tidak ada satu orang pun yang sempurna, tapi setidaknya carilah ibu atau bapak yang tepat untuk anak-anak Anda kelak, yang Anda cintai dan hormati.

Menikah dengan orang yang Anda selingkuhi

Ada banyak kasus perselingkuhan, tapi hubungan tanpa ikatan ini tak akan bisa bertahan lama. Perselingkuhan sulit bertahan lama. Pikirkan bahwa seseorang yang berselingkuh dengan Anda, kemungkinan juga berselingkuh di belakang Anda.

Membutuhkan orangtua untuk anak-anak

Jika Anda telah menemukan orang yang tepat, selamat. Namun jika Anda ragu, jangan menikah. Adalah hal yang buruk jika anak-anak Anda harus memiliki ibu atau bapak tiri yang jahat. Lebih baik bagi mereka untuk tetap punya orangtua tunggal, tapi yang terbaik bagi perjalanan hidup mereka.

Membuktikan bahwa Anda bukan gay

Alasan ini bukanlah ide baik karena jika teman Anda mengira bahwa Anda gay, menikah tidak akan menghentikan dugaan mereka. Jika Anda seorang gay, menikah bukanlah jalan untuk bisa mengubah kecenderungan tersebut. Ketahui ketertarikan seksual Anda dan belajarlah untuk hidup dengannya. Keadaan sekarang berbeda jauh dari abad ke-14 yang lalu, di mana pilihan hidup Anda untuk menjadi gay akan menjadi cercaan masyarakat.

Tekanan sosial

Semua teman Anda sudah menikah. Abaikan perkataan bibi yang selalu bertanya kapan Anda akan menikah. Lebih baik Anda sendiri daripada bersama orang yang akan membuat Anda semakin terpojok. Jangan turunkan nilai standar Anda tentang pasangan hidup hanya karena tekanan lingkungan sekitar, agar Anda segera menikah. Ingatlah, 40 tahun adalah waktu yang lama untuk merasakan sakit hati.

Sumber : okezone.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: