Jamur Seharga Mobil Mercy

untitledMongrels itu melintas. Di sela-sela pohon oak dan willow sesekali ia berhenti. Saat itu hidungnya mengendus-endus tanah kehitaman tertutup serasah. Titik terang muncul saat kaki depan anjing pemburu asli Eropa itu menggaruk-garuk tanah. Aha! Lokasi harta pun didapat. Harta terpendam itu adalah jamur truffles. Saking lezatnya-campuran rasa keju dan bawang putih-sehingga Raja Francis I dari Perancis pada pertengahan abad ke-17 menabalkan jamur itu sebagai makanan dewa. Jamur itu juga menjadi incaran koki-koki restoran top dunia. Sejatinya truffles yang buruk rupa-karena bersosok hitam dan bulat tak beraturan-bersimbiosis dengan akar tanaman-mikoriza-membentuk umbi. Jamur yang tumbuh di perut tanah sedalam 10-50 cm itu ada 2 jenis: black truffles Tuber magnatum dan white truffles T. melanosporum. Yang disebut terakhir paling istimewa karena harganya per kilogram setara mobil Mercedes Benz seri C keluaran terbaru, senilai Rp400-juta. ‘Inilah jamur yang nilai jualnya paling tinggi di antara kelompok fungi,’ ujar Lisda I Sudirman PhD, ahli mikologi Institut Pertanian Bogor ketika belajar di Nancy, Perancis. Lisdar beberapa kali ikut berburu jamur itu. Karena eksklusif, jamur yang dominan dijumpai di Italia dan Perancis itu hanya diperjualbelikan melalui lelang setiap musim gugur sekitar September-November. ‘Yang datang pada acara itu ahli-ahli masakan terkemuka dunia,’ tambah doktor alumnus Universitas Nancy I di Perancis itu. Dari sekitar 800.000 jenis jamur edible-dapat dimakan-kelompok jamur yang hidup sebagai mikoriza memang dihargai tinggi. Selain truffle, ada pula jamur matsusake Tricholoma matsusake asal Jepang. Harganya? Untuk memperoleh sekilo matsusake kita mesti menjual 16 gram emas atau Rp5-juta. Selain enak, aroma jamur-jamur mikoriza itu sangat kuat hingga menimbulkan sensasi. ‘Baunya seperti parfum, wangi,’ ujar Dr Giacomo Oddero dari University of Milan yang tengah meneliti manfaat lain truffle untuk kecantikan. Jamur telah lama dikenal luas. Bahkan jauh sebelum Raja Francis I menyukai truffle. Raja-raja di zaman Yunani kuno terbiasa menyantap jamur. Salah satu jenis yang digemari adalah Amanita agaricus. Jenis itu bertekstur empuk dan kenyal. ‘Sebagian besar yang dikonsumsi memang jamur bertekstur lunak,’ kata I Nyoman P Aryantha, ahli mikologi Sekolah Ilmu Teknologi dan Hayati ITB itu. Boleh jadi penduduk China adalah konsumen jamur nomor wahid. Sejarah menunjukkan sejak zaman Dinasti Ming, jamur ling zhi dianggap obat karena memiliki sejuta khasiat. ‘Manfaatnya mulai dari penyembuh kanker, peningkat vitalitas, sampai kosmetik,’ kata sinse Mochamad Yusuf, pakar pengobatan China di Sukabumi, Jawa Barat. Saking populernya bagi masyarakat China tiada hari tanpa jamur. Ke restoran ketemu dengan menu jamur yang sangat lezat. Berjalan-jalan ke toko-toko obat pun Ganoderma lucidum itu mudah didapat. Itu yang wartawan Trubus Karjono dan Utami Kartika Putri saksikan di Guang Zhou China selatan, pada Februari 2008. Ras kuning lain penyantap jamur adalah Jepang. Kesukaan masyarakat negeri Sakura menyantap jamur konsumsi seperti shiitake, maitake, bunashimeji, hiratake, sampai enokitake, lebih karena jamur-jamur itu sumber protein. Kandungan protein jamur mencapai 30-40%, lebih tinggi daripada bahan pangan lain seperti gandum dan beras, masing-masing 13,2% dan 7,38%. Menurut Dr Mien Karmini MS, ahli gizi dan pangan di Bogor, kandungan asam amino esensial pada jamur pun jauh lebih baik daripada sayuran hijau. ‘Tapi kadarnya masih lebih kecil kalau dibandingkan keluarga kacang-kacangan,’ katanya. Jumlah asam amino esensial pada jamur mencapai 10 dari 20 jenis yang dikenal seperti lisin, methionin, tritofan, teonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin Di tanahair, awam lebih akrab dengan jamur shiitake Lentinula edodes, merang Volvariella volvacea, dan tiram Pleurotus ostreatus. Itu karena ketiganya paling banyak dibudidayakan oleh pekebun. ‘Total ada 6 jenis yang dibudidayakan di Indonesia, tapi semuanya diintroduksi dari China dan Jepang,’ tutur Nyoman. Merang, misalnya, mulai ramai dibudidayakan sejak 1970-an. Tiram lebih muda lagi sekitar 1980-an. Indonesia sebetulnya kaya jamur. Beberapa jenis jamur anggota keluarga Termitomyces seperti jamur rayap (Bali, jamur bulan; Jawa Barat, saung bulan) sudah biasa dikonsumsi. ‘Rasanya seperti daging,’ tutur Nyoman. Namun, jumlah jenis dan spesies jamur yang dapat dikonsumsi di tanahair masih sebuah misteri. ‘Cara yang aman untuk mengkonsumsi adalah melihat dari kebiasaan penduduk tempat jamur itu tumbuh. Apakah jamur itu dimakan atau tidak?’ ujar Lisdar. Kondisi ini memprihatinkan bila dibanding masyarakat Eropa yang begitu antusias terhadap jamur. Di saat musim jamur tiba, para pencinta mikologi dengan aneka latar belakang, tua-muda, berburu dan mengindentifikasi jamur. Mereka pun tak pelit untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang manfaat jamur itu pada khalayak. ‘Ada masinis kereta tapi di Perancis yang memiliki ilmu jamurnya mengalahkan peneliti,’ kata Lisdar. Ah andai itu semua terjadi di Indonesia.

Sumber : http://www.trubus-online.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: