Warga Pamekasan Temukan Pembangkit Listrik Tanpa Bahan Bakar

Ini baru invatif, semoga saja tidak seperti kejadian BBM dari air yang ternyata bohong. Kalo memang benar penemuan ini bisa sangat bermanfaat untuk pengadaan listrik di desa-desa tertinggal bahkan di atas bukit-bukit atau pulau-pulau terpencil tanpa harus mengandalkan PLN dan PLN juga tidak terbebani. Dan semoga penemuan ini jika sudah dipatenkan tidak dihalang-halangi karena dianggap sebagai pesaing PLN (i hope). Orang Indonesia memang kreatif dan cerdas, hanya saja sangat disayangkan penemuan-penemuan orang-orang kita kurang dihargai pemerintah sehingga orang-orang cerdas dan penemu-penemu kita lari keluar negri karena orang luar lebih menghargai penemuan mereka dibanding di negerinya sendiri.

Joko Pasiro, 40, warga Jalan Pongkoran, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (2/2), mengumumkan penemuan pembangkit listrik tanpa bahan bakar.

Pembangkit lisrtik yang diklaim mampu menghasilkan tenaga listrik 3.000 watt itu menggunakan tenaga mekanik grafitasi.

Hasil temuannya itu dibuktikan di depan Bupati Pamekasan Kholilurrahman yang secara khusus datang ke rumahnya. Sayangnya, Joko meminta warawan untuk tidak mengambil gambar pembangkit listrik itu dengan alasan masih menunggu proses pengajuan hak paten.

Ia menjelaskan, mesin pembangkit lisrik temuannya menggunakan tenaga roda gila. Pada saat akan menyalakan mesin, Joko terlebih dahulu memutar roda yang terbuat dari rangkaian beton cor seberat 700 kilogram.

“Beton ini akan terus berputar karena menggunakan pemberat yang menjadi pendorong. Perputaran roda ini yang menghasilkan tenaga listrik,” kata Joko.

Ia menjelaskan, ide awal pembuatan pembangkit itu muncul dari sistem listrik yang ada pada sepeda pancal dan kincir air. Sejak 1995 lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri Pamekasan jurusan elektro itu mencari cara untuk bisa menggerakkan dynamo melalui sistem roda gila. Baru pada awal 2002 ia menemukan cara dan berhasil.

Untuk membuat mesin yang semuanya menggunakan barang bekas itu, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang servis barang elektronik tersebut membutuhkan biaya Rp16 juta. Sebelum mengumumkan temuannya, Joko pernah mencoba menyalurkan tenaga listrik yang dihasilkan ke tiga rumah.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman kepada wartawan mengatakan akan menfasilitasi proses pengajuan hak paten untuk temuan pembangkit listrik tersebut.

“Kami juga akan menfasilitasi temuan ini dengan mencarikan investor. Hanya saja, investasi yang diberikan jangan sampai mengabaikan hak Joko sebagai pemilik teknologi ini,” katanya.

Sumber : mediaindonesia.com

Satu Tanggapan to “Warga Pamekasan Temukan Pembangkit Listrik Tanpa Bahan Bakar”

  1. buktikan dengan memperbanyak mesin tersebut hingga bisa dimanfaatkan untuk seluruh kota Pamekasan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: