“Cipika-cipiki”

“Cipika-cipiki” alias cium pipi kanan dan cium pipi kiri saat bertemu teman kini telah jadi pemandangan yang biasa. Rasanya tak lengkap berjabat tangan tanpa cipika-cipiki. Meski hal itu bisa jadi tanda kedekatan, bukan berarti semua orang terbiasa dengan hal itu. Sebaiknya ketahui hal-hal ini sebelum Anda memutuskan untuk melakukannya.

Sebelum Anda memeluk cium seseorang
Perhatikan bahasa tubuhnya. Tak perlu ragu melakukannya bila dia terlihat tak canggung dan memiliki keinginan yang sama. Tapi, kalau sikap tubuhnya kaku, hati-hati! Itu bisa jadi pertanda kuat bahwa dia tidak terbiasa atau tak mau peluk cium.

Tak usah tersinggung. Jabat saja tangannya dengan erat. Banyak alasan kuat yang membuatnya tak ingin melakukan peluk-cium, bisa jadi karena alasan adat istiadat, agama, atau karena dia memang tak nyaman melakukannya.

Siapa yang berinisiatif?
Dalam situasi formal, biasanya yang lebih tua atau seniorlah yang akan berinisiatif melakukannya terlebih dahulu sebagai isyarat bahwa dia mau diakrabi dan tak membuat jarak. Kalau lawan bicara Anda sebaya, siapa yang berinisiatif bukanlah masalah besar.

Kalau dipeluk-cium saat bertemu seseorang
Terimalah dengan wajar dengan air muka setenang mungkin. Kalau Anda canggung, orang lain akan melihatnya. Percayalah, itu cuma pertanda kalau Anda dianggap sebagai orang yang akrab dan dekat di hati orang yang memeluk dan mencium Anda. Tak ada maksud lain. Jadi, tak perlu ragu membalasnya dengan ringan namun hangat.

Kalau Anda tak ingin dipeluk-cium
– Anda bisa menahan jabatan tangan orang itu dengan menggenggam tangannya dengan hangat. Letakkan kedua tangan Anda dengan ringan di lengan atasnya. Teruslah mengobrol sambil mempertahankan kontak mata yang hangat dan tulus. Dia pasti akan mengerti maksud Anda. Takut dia tersinggung? Ah, tenang saja. Pandangan mata Anda yang tulus sudah menjelaskan segalanya kok.

– Bersalamanlah dengan mengatupkan kedua telapak tangan Anda sambil sedikit mengangguk atau mengangkat kedua telapak tangan agak tinggi. Dengan begitu, Anda membuat “penghalang” untuk berpelukan. Yang penting, lakukan kontak mata yang tulus dan bersahabat.

diambil dari : Buku Etiket, Sukses Membawa Diri Di Segala Kesempatan karangan Mien R.Uno

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: