Penyebab Krisis Global itu Bernama “SubPrime Mortgage”

Sekilas mengenai krisis global yg disebabkan oleh yg namanya SubPrime Mortgage.

KPR di Amerika dibagi menjadi 3 kategori :

  1. Prime: bunganya paling rendah tapi khusus untuk yg keuangannya solid
  2. Alt-A: kelas menengah tapi tidak memenuhi kategori Prime, bunganya lebih tinggi sedikit krn resikonya lebih tinggi dari yg Prime
  3. SubPrime: KPR kelas terendah yang bunganya paling tinggi krn resikonya yang paling tinggi.

Di AS sana orang yg mau kredit rumah DP-nya tidak sebesar di Indonesia. Kalau di sini DP rumah biasanya sebesar 30% (walaupun rumahnya belum dibangun, alias masih tanah merah), hehehe artinya resiko kita sebagai pembeli rumah dengan kredit di Indo sebenarnya cukup tinggi krn ada resiko DP sebesar 30% yg bisa dibawa lari oleh developer dan pembangunan rumah kita bisa tidak diselesaikan.

Sedangkan di AS sana DP untuk rumah dibagi menjadi 2 tahap, tahap-1 Cuma 5%, dan kalau rumahnya sudah jadi (sekitar 1-2 tahun) maka dia harus membayar DP ke-2 sebesar 25% lagi sekaligus dan sisanya yg 70% barulah dicicil (kl di singapura sih KPR nya bisa s/d 30 thn).

Kalau seumpama harga rumahnya 1 Milyar, dengan membayar 50 juta saja (5%) orang sana bisa membeli rumah dengan kredit. Nah selama menunggu proses pembangunan rumah tersebut banyak orang di sana yang menjual kepada orang lain DP yg 5% tersebut dengan kenaikan bervariatif dan bisa tangan-bertangan tuh jika harga pasar rumah tsb naiknya cukup tinggi,
Misal krn harga rumahnya naik menjadi 1.4 Milyar maka DP ke-1 yg 5% tsb dijual kepada orang lain sebesar 70 juta dan itu berarti dia sudah untung 20 juta.

Celakanya di saat rumahnya sudah jadi, pembeli terakhir harus membayar sekaligus DP ke-2 yg 25% yg nilainya lumayan tinggi.
Nah saat krisis itu awalnya banyak orang yg tidak mau atau tidak mampu membayar DP ke-2 nya yg sebesar 25%, dan akhirnya karena banyak yg tidak membayar DP ke-2 maka surat tanah tsb kembali menjadi milik bank dan menjadi kredit macet.
Tentunya kl Cuma 1 atau bbrp orang saja yg melakukan hal tsb tidak ada pengaruh apa2, tapi kl yg melakukan hal tsb dalam jumlah yg sangat banyak akan luar biasa dampaknya.

Penyebab itu semua  ternyata persetujuan kredit rumah di sana ternyata dimanipulasi juga, artinya banyak orang yg sebenarnya tidak layak untuk mencicil rumah dengan harga tsb tapi ternyata permohonan kreditnya disetujui juga yang menyebabkan banyak konsumen yg kena kredit macet atau tidak mampu melunasi DP ke-2 nya.
Dampak dari kredit macet massal ini adalah, banyak rumah yg disita dan dilepas ke pasar dan akan menekan harga properti,

Selain itu ternyata walaupun bank sentral AS sudah menurunkan bunga hingga mendekati nol persen, ternyata bunga KPR di sana sejak tahun lalu s/d sekaran tidak turun-turun juga mengikuti penurunan bunga bank sentral nya.

Itu baru dari satu hal, belum lagi kl di sana itu mengenal namanya surat hipotek, yg artinya surat rumah yg di tangan bank itu diperjual belikan juga di pasar uang sebagai produk investasi dimana banyak bank yg menggunakan uang nasabahnya untuk bermain di sini dengan keuntungan yg lumayan. Pertanyaannya sekarang, apa jadinya kl mereka memperjual belikan surat rumah yg kreditnya macet ?

Belum lagi ternyata kredit macetnya juga sudah merambah ke kategori Alt-A dan Prime juga, yang artinya akan sangat berdampak kepada belanja konsumsi kalangan tsb. Dan ujung2nya akan berdampak pada melambatnya perekonomian nasional mereka.

Kalau perekonomian negara adidaya yg tadinya mempunyai tingkat konsumsi yang tinggi menjadi melambat perekonomiannya,  apa dampaknya bagi negara-negara yg banyak memasok barang ke sana spt China ?

Kl China menurun ekspornya ke AS karena perlambatan ekonomi di AS, apakah mereka tidak berpikir untuk melempar produknya ke negara lain spt Indonesia ? Apa jadinya jika produk-produk dari China yang terkenal murah itu membanjiri negara kita ? Apakah produk lokal kita bisa bersaing ? Jika tidak, apa dampaknya buat industri lokal kita ?

Kl dulu di saat Krismon th 1998 kita masih bisa meminta tolong ke negara tetangga yg tidak terkena krisis, susahnya krisis sekarang negara-negara tetangga kita juga lagi krisis.

Tulisan ini bukan untuk membuat kita jadi kuatir berlebihan, tapi hanya untuk menambah wawasan kita dan juga agar kita tetap waspada walaupun belum ada pernyataan resmi dari negara kita mengenai keadaan ekonomi negara kita. Bijaksana juga dalam mengeluarkan uang kita di saat dunia ini sedang bergejolak dan dimana kita belum tahu dampak nyatanya buat kehidupan kita di tahun 2009 ini.

Tidak perlu menunggu pernyataan resmi dari pemerintah kita baru kita berjaga2, percayalah jika krisis benar2 terjadi dalam hidup kita tidak ada orang lain yg dapat kita andalkan untuk membantu kita.
Dan ingatlah juga, di saat kondisi ekonomi ter-baik pun kita tidak akan bisa merasakan manfaatnya  dalam hidup kita jika kita hanya menonton dan berpangku tangan saja.
Salah satu musuh manusia adalah zona kenyamanan yang membuat dirinya tidak mau berkembang lagi dan akhirnya nanti akan tergilas oleh zaman yang sudah berubah lebih dulu dgn cepat.
Kl memang perlu mencari penghasilan tambahan, carilah dan tekunilah dari sekarang krn semuanya butuh waktu, karena tidak pernah ada waktu yang paling tepat untuk melakukan perubahan selain daripada sekarang.

Sumber : http://santosoleonardi.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: